Tampilkan postingan dengan label Warta Kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Kota. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

jalan Padang Bukittinggi Padat Merayap

Padangnews.com-Anggota Pansus IV DPRD Kota Padang yang tengah melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Alai, Kecamatan Padang Timur diusir salah seorang pedagang ikan. Kunjungan ke Pasar Alai itu sendiri bertujuan mensosialisasikan Ranperda Retribusi. Pengusiran terhadap anggota pansus itu terjadi pada Jumat (13/5) kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB.

Kejadian ter­se­but bermula, ketika beberapa orang ang­gota Pansus IV DPRD Kota Pa­dang mengunjungi Pasar Alai untuk sosialisasi retribusi dan rencana pemindahan pedagang daging dan ayam ke dalam bekas Bioskop Alai. Saat meninjau para pedagang ikan dan daging itu, tiba-tiba salah seorang pedagang ikan me­me­cahkan piring dan sambil marah-marah. Tak cukup sampai di sana. Si pedagang tadi sempat mengam­bil pisau dan menggenggamnya.

Untungnya, ia tidak melayang­kan pisaunya ke orang-orang terdekat. Melihat kejadian itu, para anggota dewan sempat terkejut dan ketakutan dengan kemarahan salah seorang pedagang ikan itu.

"Manga urang ko tibo ka siko mendata-data, pailah dari siko urang ka manggaleh (kenapa orang ini datang kesini mendata-data, pergilah dari sini)," tegasnya.

Mendengar pedagang itu marah-marah, anggota dewan hanya tercengang-cengang dan sambil bertanya-tanya kenapa pedagang ikan itu marah-marah. Melihat kejadian itu Kepala Dinas Pasar Raya Padang Asnel menga­takan, ia merasa malu dengan kejadian ini, apalagi ia membawa anggota dewan untuk meninjau Pasar Alai.

"Tapi sambutannya bukan yang kita harapkan, malahan menge­cewakan. Akibat perilaku, salah seorang pedagang ikan yang ngamuk itu," katanya.

Ia mengharapkan, agar Unit Pelayanan Teknik Daerah (UPTD) Pasar Alai memberikan pengarahan dan penjelasan kepada pedagang mengenai tujuan ke­datangan anggota dewan dan dinas pasar ke Pasar Alai. Menanggapi hal itu Anggota Pansus IV DPRD Kota Padang Ilham Maulana menganggap, hal itu biasa saja kemungkinan pedagang itu sedang sepi dagangannya sehingga ketika anggota dewan dan dinas pasar datang merasa kesal dan marah.

"Kemungkinan, karena kita lewat depan lapak ikannya sehing­ga menutupi lapaknya yang meng­hambat pembeli," katanya. (h/haluan/ade)

Jalur Padang -Bukittinggi Rapat Merayap

Padangnews.com-BUKITTINGGI- Kendaraan memadati lalu lintas Padang - Bukittinggi pada masa libur panjang cuti bersama Hari Raya Waisak 2555. Kendaraan terlihat memenuhi ruas jalan baik menuju Padang maupun menuju Bukittinggi.

Seperti pantauan padangmedia.com di ruas jalan Padang-Bukittinggi, Minggu (15/05) malam, kendaraan terlihat rapat merayap. Seperti terlihat di ruas jalan Bukittinggi, tepatnya di persimpangan Jambu Air. Lalu lintas tersebut didominasi oleh kendaraan roda empat.

Kendaraan antri hingga satu kilometer. Kemacetan tersebut dialami oleh kendaraan yang hendak meninggalkan Bukittinggi. Sedangkan jalur menuju Bukittinggi, lalu lintas terlihat lancar.

Selain itu, antrian kendaraan juga terlihat di ruas menuju Padang Panjang via Bukittinggi. Antrean terlihat di kawasan jelang Aia Angek. Serta antrean juga terlihat di kawasan Silaing. Ruas jalan menuju Padang Panjang tampak ramai didominasi kendaraan roda empat yang hendak menuju Bukittinggi.

Meski sempat terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik, tapi tidak ditemukan anggota kepolisian guna mengatur arus lalu lintas tersebut. (dodo)

Sabtu, 07 Mei 2011

Tarif Parkir Saat Ini Tidak Sesuai Perda

Padangnews.com-Ternyata tarif parkir yang berlaku di Kota Padang saat ini tidak sesuai dengan perda. Baru pada tahun 2011 ini Pemerintahan akan menyesuaikan tarif parkir tersebut.

Hal ini disampaikan oleh kepala dinas perhubungan kota Padang Firdaus Ilyas, kapada Padang-today saat membahas Ranperda tentang Lalu lintas dengan Pansus IV DPRD Padang.

Dikatakannya Sebenarnya tarif parkir yang sesuai dengan perda yang ada saat ini yaitu perda No 14 tahun 2001 dan perda No 15 tahun 2001. Traif parkir untuk kendaraan roda 2 hanya Rp 500 dan parkir untuk kendaraan roda 4 Rp 1000.

“Namun saat ini memang tarif parkir yang dipungut tidak sesuai. Untuk kendaraan roda 2 dipungut Rp 1000 dan untuk kendaraan roda 4 Rp 2000. Inilah yang kita luruskan kita akan menaikkan tariff parkir, namun kenaikan itu hanya di perda, karena realisasinya sudah dilakukan sebelum perda ini ada,” ucap Firdaus.
Ditegaskan Firdaus kenaiakan parkir ini sebenarnya hanyalah untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini.

Namun beda perda yang lama dengan ranperda yang sedang dibahas ini adalah. Dalam ranperda dibahas bahwa ada perbedaan tarif parkir disetiap titiknya.

“Dalam ranperda yang akan menjadi perda ini dituangkan bahwa ada perbedaan tariff antara titik lahan parkir baisa dengan lahan parkir padat,” sebutnya.

Dan dikatakan Firdaus adanya perbedaan ini adalah hal yang wajar . Tidak etis pula rasanya biaya parkir yang sifatnya hanya sementara dan lahan parkir biasanya orang parkir disana seharian seperti yang terjadi diparkiran Pasar Raya yang pengguna lahan parkir tersbut adalah pedagang dan pemilik toko di pungut biaya yanga sama.

“Untuk titik parkir yang padat ini tariff parkirnya lebih tinggi, dari titi perkir baisa,” jelasanya.
Sementara itu menyoal titik parkir yang ada di kota Padang saat ini, dadri data dinas perhubungan saat ini ada 191 titi parkir yang tersebar dikawasan Kota Padang.{PTD}

Selasa, 03 Mei 2011

Diduga Berbuat Mesum, Sepasang Kekasih Diamankan Warga

Padangnews.com-Diduga berbuat mesum, sepasang kekasih ditangkap warga di Jalan Parak Gadang, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Senin (3/5) sekitar pukul 00.10 WIB. Pasangan tersebut adalah “MF” (20) salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Padang dan kekasihnya “LP” (21) warga asal Batusangkar. Mereka ditangkap di rumah pacarnya di Jalan Parak Gadang.

Dari hasil Keterangan salah satu pemuda di lokasi kejadian, Ferdian (18) mengatakan, pada saat itu “LP” lewat di lokasi kejadian sekitar pukul 23.45 WIB, merasa curiga terhadap tingkah laku wanita itu, masyarakat mengikuti wanita tersebut hingga ke lokasi kejadian.

“Kami sudah lama mengitai pasangan itu, karena sudah banyak mendapatkan laporan dari warga, bahwa wanita tersebut selalu datang ke rumah pria itu pada tengah malam,” kata Ferdian.

Pada saat itu, “LP” masuk ke dalam rumah pria itu dan pintu tersebut di tutup. Kemudian pemuda menunggu di luar rumah, merasa curiga dengan gerak-gerik mereka di dalam rumah tersebut, maka pemuda mengintip melalui jendela dan melihat “MF” tidak memakai baju.

“Kami langsung membuka pintu tersebut. Namun pintu rumah itu dikunci, sehingga kami mengedor pintu dan melihat “LP” berada di ruang tamu, sementara “MF” keluar dari kamarnya,”ungkapnya.

Menurut keterangan “LP” di ruang penyidik Pol PP Kota Padang, ia membantah tidak melakukan hubungan intim. Sebab saat itu ia baru tiba dan ingin meminjam uang untuk membeli bensin.

“Saya tidak mungkin melakukan sejauh itu, karena “MF” adalah adik angkat saya dan tujuan saya ke sana untuk meminjam uang kepadanya, tidak lebih dari itu,”kata wanita itu.

Kasat Pol PP Kota Padang Yadrison mengungkapkan, pihak penyidik telah memintai keterangan terhadap pasangan tersebut dan akan diproses. “Kami masih menunggu pemilik kost pria itu untuk dimintai keterangan,” dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Setelah itu, pasangan tersebut diberikan pembinaan dan memanggil kedua orang tuanya untuk memberitahukan perbuatan anaknya serta membuat perjanjian untuk tidak mengulangi kasus yang sama. Kemudian mereka baru bisa dilepaskan, ungkapnya.[padangtoday.ccom]

Rabu, 06 April 2011

Percetakan Uang Palsu Terbongkar

Uang Palsu

Praktek percetakan uang palsu kembali terbongkar di Kota Payakumbuh, Sumbar. Kali ini, uang palsu yang dicetak adalah uang pecahan Rp50 ribu. Jumlah yang sudah berhasil dicetak mencapai Rp42 juta. Sedangkan proses pembuatannya, melibatkan mantan anggota TNI dan sindikat
pengedar ganja antar kota di pulau Sumatera.

Kapolres Payakumbuh AKBP S Erlangga kepada Padang Ekspres mengatakan, praktek percetakan uang palsu di wilayah hukumnya, terbongkar berkat kerjasama Satreskrim dan Satnarkoba Polres Payakumbuh, dengan Satreskrim Polres Mandahiling Natal, Sumatera Utara.

"Dalam kasus ini, Polres Payakumbuh dan Polres Mandahiling Natal, sudah menetapkan empat tersangka. Tiga diantaranya sudah berhasil diamankan. Sedangkan satu tersangka lain masih buron," kata AKBP S Erlangga didampingi Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Basrial dan Kasat Reskrim Polres Mandahiling Natal AKP HS Siregar di Mapolres Payakumbuh, Selasa (5/4) sore.

Tiga tersangka yang sudah berhasil ditangkap polisi bernama Romli, 26, Sutomo, dan Harryke Julio Ferdo alias Edo, 21. Mereka memiliki latar belakang berbeda. Tersangka Romli diketahui sebagai bekas anggota TNI AD. Dia dipecat dari kesatuannya Batalyon Infanteri 131 Brajasakti, Payakumbuh, dengan pangkat terakhir Prada.

Sedangkan Sutomo adalah seorang montir sekaligus anggota sindikat pengedar ganja asal Kota Penyabungan, Mandahiling Natal. Adapun tersangka Harryke Joelio Ferdo alias Edo, 21 adalah warag Bulakan Bulakan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat yang dikenal ahli dalam meracik uang palsu.

Sementara satu tersangka lain yang kabur diketahui berinisial "A" asal Kota Payakumbuh, Sumbar. "Sekarang, keberadaan tersangka yang kabur ini sudah mulai terdeteksi. Tim Polres Mandahiling Natal dan tim Polres Payakumbuh sedang mengejarnya," imbuh Erlangga.


Untuk Bisnis Ganja
Kasus percetakan uang palsu sendiri berdasarkan catatan Padang Ekspres, merupakan kasus ketiga yang berhasil dibongkar Polres Payakumbuh dalam empat tahun terakhir. Dua kasus sebelumnya terjadi Juli 2008 di Kelurahan Padang Tiaka Hilia, Kecamatan Payakumbuh Timur, dan September 2009 Kelurahan Ibuah, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Khusus kasus yang dibongkar sekarang, merupakan kasus percetakan uang palsu dengan kronologi cukup panjang. Awalnya, tersangka Romli dan tersangka "A" yang menyandang status buronan, berkenalan dengan tersangka Edo. Mereka diperkenalkan oleh kakak kandung Edo yang menjadi saksi dalam kasus ini.

Usai perkenalan tersebut, mereka berencana membuat uang palsu. Agar rencana berjalan mulus, Rabu (30/3) pekan lalu, Romli memberi Edo uang sebesar Rp2 juta untuk membeli printer di Bukittinggi.

Setelah printer dibeli, Romli langsung mencetak uang palsu di rumahnya kawasan Bulakan Balai Kandi. Ada enam lembar uang pecahan Rp50 ribu yang dipalsukan. Masing-masing memiliki nomor seri GKW 946204, AHH 901183, AG 2420361, LKD 621546, AGM 358642, dan FMK 568167.

Hanya dalam tempo dua hari, Edo berhasil mencetak uang palsu senilai Rp42 juta. Uang tersebut akhirnya diserahkan Edo bersama kakaknya kepada Romli yang sudah menunggu di pertigaan Jalan Soekarno-Hatta, persisnya di simpang Pakan Sinayan, Payakumbuh Barat (simpang Jalan Lingkar Utara).

Usai memperoleh uang palsu, Romli dan rekannya "A" langsung bertolak ke Penyabungan, Mandahiling Natal, Sumatera Utara. Kepada Edo, Romlimengaku hendak membeli ganja kering dengan uang palsu. Tapi kepada polisi, Romli berdalih hendak berbisnis pupuk. Baru setelah keduanya dikonfrontir, Romli mengaku memang datang ke Penyabungan membeli ganja.

Sesampai di Kota Penyabungan, Romli bersama "A" langsung menemui Sutomo, montir yang memiliki hubungan bagus dengan sindikat pengedar ganja. Setelah bertemu, Senin (4/4) sekitar pukul 04.00 dini hari, mereka berniat melakukan transaksi. Tapi belum sempat transaksi terjadi, tim Buser Polres Penyabungan sudah duluan menangkap.

"Dari penangkapan itupula, kita tahu bahwa Romli mencetak uang palsu di Payakumbuh. Makanya, kita kordinasi dengan Satreskrim Payakumbuh untuk mengamankan rekannya Edo. Ternyata, Edo ini sudah digerebek pula oleh Satnarkoba Polres Payakumbuh atas kasus dugaan ganja. Tentu saja hal ini memudahkan kita, " kata Kasat Reskrim Polres Mandahiling Natal AKP HS Siregar di Mapolres Payakumbuh, kemarin sore.

AKP HS Siregar bersama sejumlah anggotanya sengaja datang ke Payakumbuh, selain untuk mengkonfrontir tersangka Romli dan Edo, juga untuk membagi penanganan perkara. Rencannya, kasus Romli dan Sutomo akan ditangani penyidik Polres Mandahiling. Sedangkan kasus Edo ditangani penyidik Polres Payakumbuh. []
courtesy: http://www.padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=27046

100 Kafe di Jalan Samudera Dibongkar

Lokasi Simulasi Bencana  Anggota Satpol PP merubuhkan 100 kafe sepanjang kawasanpadang news.com,—Sedikitnya 100 kafe di sepanjang kawasan pantai Purus, kemarin (5/4) dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Pasalnya lokasi tersebut akan dijadikan tempat simulasi penanggulangan bencana pada 9-14 April mendatang.


Pembongkaran secara sukarela kafe di dekat kawasan Danau Cimpago itu, dilakukan warga menindaklanjuti surat edaran, dan sosialisasi dari Pemko dan Dinas Pariwisata Kota Padang.


“Pembongkaran kafe-kafe ini, dilakukan setelah adanya imbauan dari Pemko dan Dinas Pariwisata, untuk simulasi bencana,” kata Deri, salah seorang pedagang, kemarin.Mereka membongkar, kata Deri, juga karena percaya dengan janji Wali Kota Padang Fauzi Bahar yang membolehkan pedagang kembali berdagang, setelah simulasi selesai dilakukan.


“Malam Minggu kemarin (2/4), Wali Kota Padang langsung turun menemui semua pedagang di sini. Pak Wali juga berjanji, kami dibolehkan berdagang lagi setelah simulasi selesai. Berdasarkan janji itulah kami mau membongkar kafe-kafe kami dengan sukarela,” jelasnya. (di)

courtesy: http://www.padangeksspres.co.id


Pol PP Bongkar Paksa Warung di Pantai Purus

Pol PP bongkar paksa warung di pantai Purus

Padangnews.com- Padang Today Melaporkan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Padang, Selasa sore sekitar pukul 18.00 tadi kembali melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) dan kafe-kafe yang ada disepanjang pantai Purus. Bahkan, mereka tak segan-segan langsung membongkar paksa warung-warung tersebut. Namun, sayangnya PKL banyak yang kecewa karena dalam penertiban itu seakan tebang pilih.

Mereka menilai kebijakan Pemko Padang, membongkar tempat usaha mereka sama dengan membunuh rakyat miskin. Sebab, ribuan nyawa bergantung pada lapak-lapak yang mereka miliki."Sebanyak lebih kurang 150 KK yang berjualan menggantungkan hidupnya berjualan disini, dan pada umumnya suami kami pengangguran, bukan soal perut yang kami pikirkan, tapi masalah pendidikan anak- anak kami yang dipikirkan saat ini. jangan siksa lagi rakyat miskin ini," ratap Net, (47) PKL setempat.

"Kami juga tidak ingin berjualan di sini, dan kami tidak ingin menjadi PKL.Tapi kami dan anak-anak kami perlu makan," ungkap salah seorang PKL Net 47 tahun. Dia marah saat petugas membongkar habis lapak-lapaknya.Bukan soal perut yang kami pikirkan, tapi masalah pendidikan anak- anak kami yang dipikirkan saat ini. jangan siksa lagi rakyat miskin ini.

Net dan PKL lainnya mengaku tidak mengatahui apa maksud sebenarnya Pemko Padang membongkar tempat usaha mereka itu, meski mencoba mempertahankan bangunnya, tetap saja warga purus ini tidak bisa membendung ratusan anggota yang turun kelapangan.Saat petugas merobohkan usahanya, warga hanya bisa melawan dengan kata-kata.

Manyoritas PKL yang berada di pantai purus itu adalah warga pribumi asli. Dari pengakuan para PKL ini, pada saat mereka berjualan mereka selalu dipungut retribusi oleh Dinas Pariwisata Padang, sebanyak Rp3000 per hari.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan kredit mereka yang belum terbayar lunas. Katanya, kebanyakan barang-barang yang ada di lapak-lapak itu seperti payung tenda dan peralatan masak lainnya adalah hasil kredit. "Dengan apa lagi kami membayar hutang kredit yang banyak ini, belum lg memikirkan kebutuhan sekolah anak-anak," ungkap pedagang lainnya.

Meski pasrah tapi tak rela, warga masih berharap janji Pemko padang yang mengatakan bahwa mereka bisa berjualan lagi setelah tanggal 14 April nanti. Mereka juga sepakat, jika waktu yang dijanjikan itu tiba, dan mereka belum juga diperbolehkan berjualan, akan mendirikan lapak mereka kembali, meski harus bertentangan dengan petugas pemerintah.

Sementara itu, Kakan Sat Pol PP Padang Yadrison mengatakan, pihaknya sudah sering memberikan teguran dan peringatan agar lokasi tersebut di kosongkan. Bahkan sudah lebih dari satu bulan lamanya.Karena belum juga di indahkan, terpaksa pihaknya melakukan tindakan pembongkaran.

Katanya, beberapa pedangan yang patuh, secara sukarela sudah pembongkaran cafe-cafe dan tenda miliknya. Pembongkaran tesebut dilakukannya setelah adanya surat edaran dan sosialisasi dari pemko Padang dan Dinas Pariwisata Kota Padang, tentang program mengantisipasi dan kesiap siagaan masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam di Kota Padang.[courtesy: http://www.padangtoday.com]

[ Red/Revdi Iwan Syahputra ]

Rabu, 09 Maret 2011

15 Ekor Ayam Warga Nanggalo di Musnahkan

Pemusnahan Ayam Warga

Padangnews.com-Sebanyak 15 ekor ayam milik warga tahan liat kelurahan Nanggalo dimusnahkan. Pemusnahan ini dilakukan lantaran beberapa hari lalu ayam warga ini mati mendadak dan ketika dilakukan pemeriksaan oleh dinas pertanian, peternakan, kehutanan dan perkebunan (Disternahutbun) Padang.

"Sebenarnya menurut laporan warga, ayam yang dimusnahkan didaerah ini adalah 84 ekor. Tapi entah mengapa ketika kita sudah tiba di lokasi hanya 15 ekor ayam yang siap untul dimusnahkan," papar kepala disternahutbun Syahirman kepada www.padang-today tadi Selasa (8/3) saat turun kelapangan bersama stafnya dan Komisi II DPRD Padang.

Namun ketika ditanyakan jumlah ayam yang sudah dimusnahkan sejak kasus flu burung di Padang merebak. Syahirman tidak tahu pasti, data yang diberikan selalu berubah jika kemaren dikatakannya ayam yang sudah dimusnahkan ada berjumlah 200 ekor, tadi dikatakannya hanya beberapa ekor ayam saja yang di musnahkan.

Sementara itu dari staf disternahutbun beberapa hari lalu mengatakan sudah 600 ayam yang dimusnahkan. 15 ayam yang dimusnahkan tadi 3 ekornya adalah milik Sudirman (62).

Dikatakan Sudirman 3 ekor ayam yang dimusnahkan ini adalah sisa dari 15 ekor ayam miliknya, beberapa hari lalu sakit dan mati mendadak.

Sedangkan data titik di Kota Padang yang sudah positif flu burung. Dikatakan syahirman hingga kemaren sudah 21 titik di kota Padang yang unggasnya positif flu burung. Dengan sekitar seribu ayam yang mati mendadak.

"Saat ini hasil dari monitor kita dilapangan sejak Februari hingga kemaren (7/3) sudah 21 titik di Kota Padang yang unggasnya posotif flu burung. Dengan kecamatan Kuranji sebagai titik terparah," beber Syahirman.

Sementara itu jumlah korban manusia dalam kasus ini berjumlah 12 orang yang dirawat di RSUP. M. Djamil Padang. "Yang saat ini 6 orang korban suspek flu burung ini sudah pulang, dan tingga 6 orang lagi yang masih dirawat," tandasnya.[padang today]

Selasa, 09 November 2010

Gubernur dan Wakil Kunjungi Korban Tsunami di RSUP M Djamil

">klik untuk melihat foto
Gubernur Irwan Prayitno dan
Wakil Gubernur Muslim Kasim
saat meninjau pasien korban
tsunami di RSUP M Djamil,
Senin sore (8/11/2010). Foto
Humas Pemprov
Padangnews.com-Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Muslim Kasim melakukan kunjungan pasien korban gempa dan tsunami Mentawai yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Senin (8/11/2010). Dari 14 pasien yang masuk dua orang pasien telah kembali dan satu bayi dari Ibu Nelly meninggal dunia.

Kunjungan ini memperlihatkan kepedulian Pemprov Sumbar terhadap korban bencana Mentawai. Hingga saat ini 447 orang meninggal, 173 orang luka berat, 325 luka ringan, hilang 56 orang dan 15.353 orang pengungsi.

Ini kegiatan kedua Gubernur Irwan Prayitno sekembali dari kunjungan kerja dari Jerman, yang mempercepat kunjungan dari 5 hari pertemuan menjadi 1,5 hari dengan 13 MoU kerjasama dengan pemerintah Provinsi Bavaria dan para pengusaha Jerman.

Saat baru sampai di BIM pagi tadi, Gubernur Irwan Prayitno bersama Menkominfo RI Tifatul Sembiring telah berhasil melakukan penghimpunan dana dari operator komunikasi senilai Rp. 3,3 M. Ssumbangan Telkom Group, MNC Group, Bakrie Group, Indovistion, Indosat, dan XL.

"Kita semua amat peduli dengan masyarakat korban gempa dan tsunami Mentawai, oleh karena itu kita melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana terutama dalam massa tanggap darurat ini," kata Irwan dalam kunjungan ke RS M. Djamil ini.

Dikatakannya, saat ini pemprov juga telah menyetujui penambahan waktu pelaksanaan masa tanggap darurat dua minggu lagi karena penyebaran bantuan dan pelayanan lainnya masih terkendala akibat cuaca yang sangat buruk. Untuk memastikan hal itu akan dilakukan rapat teknis malam ini.

"Kita cukup bangga dan senang karena beberapa pasien korban telah sembuh dan pulang kembali ke daerahnya. Kecuali pada daerah yang tidak punya rumah, kita telah menyediakan tenda. Saat ini kita sedang berupaya pada tiga titik membangun hunian sementara (Huntara). Kita berharap semuanya dapat tuntas sebelum natal," ujarnya. (pdt)

Senin, 08 November 2010

Tifatul: Rupanya Gubernur Kito Ini Lelah Sekali

">klik untuk melihat foto
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
tertidur di helikopter dalam
kunjungan ke Mentawai. (foto:
dok pri Tifatul)
Padangnews.com-Di sela perjalanannya mengunjungi Mentawai, Menkominfo Tifatul Sembiring menyempatkan diri untuk mengabadikan potret sejumlah titik kawasan yang disapu tsunami, tak terkecuali foto Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang terlelap tidur di helikopter.

"Dari Frankfurt (Jerman), Dubai, KL (Kuala Lumpur), Padang langsung saya boyong ke Mentawai. Rupanya gubernur kito ini lelah sekali," ungkap Tifatul seraya mengirimkan foto hasil jepretannya di helikopter, lewat pesan Twitternya, beberapa saat lalu, Senin (8/11/2010).

Sebelumnya, dia mengabadikan pula potret Desa Munai, Kecamatan Pagai Utara yang disapu tsunami. "37 orang meninggal di sini, disapu gelombang tsunami," katanya.

Selain daerah yang luluhlantak, Tifatul juga mengabadikan Desa Sikakap dengan potret tambak nelayan, berlatar perumahan penduduk dan masjid yang "terhindar" dari tsunami. "Sikakap, kecamatan yang selamat dari amukan tsunami," kicaunya lagi di Twitter.

Saat mendarat, dia pun menyempatkan diri berfoto bersama Lice, seorang bocah di tengah sebuah desa yang hilang disapu tsunami Mentawai."Tiga kerabatnya meninggal, akibat tsunami. Kamu harus belajar dan sukses Lice," ujarnya.(ptd)

Rabu, 27 Oktober 2010

BPBD: Korban Tewas 112 Orang, 502 Masih Hilang

Padangnews.com-Hingga pukul 00.36 WIB malam, gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Mentawai sekitar pukul 21:42:20 WIB, Senin malam (25/10/2010) berlokasi di koordinat 3.61 LS-99.93 BT atau 78 km BaratDaya Pagaiselatan, Mentawai pada kedalaman 10 km ini menelan korban jiwa sebanyak 112 orang meninggal dan sebanyak 502 orang hilang.

"Ya, saat ini korban gempa berkekuatan 7,2 SR mengguncang Mentawai sebanyak 112 orang meninggal, sementara itu sebanyak 502 orang hilang," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Harmensyah beberapa saat yang lalu saat dihubungi.

Dikatakan, BPBD Sumbar bersama pemerintah daerah selalu melakukan komunikasi bagaimana kondisi terkini di daerah Mentawai tersebut. Berbagai macam cara dilakukan bagaimana bantuan segera dapat disalurkan dan melakukan pencarian korban yang belum diketahui. [ptd]

Selasa, 26 Oktober 2010

Bengkulu Hingga Singapura Rasakan Gempa

USGS
Padangnews.com-Titik gempa tektonik berkekuatan 7,2 SR di 78 km Barat Daya Pagai Selatan Mentawai sumatera Barat, dengan kedalaman 10 km, Senin (26/10/2010).
Getaran gempa yang berpusat Kabupaten Mentawai, Sumatra Barat, Senin (25/10/2010) malam, menggoyang lampu perumahan rakyat di gedung tinggi kawasan Marine Parade, pantai timur Singapura.

Kuladeva yang tinggal di lantai 22 mengatakan kepada MediaCorp bahwa pada pukul 22.45 waktu Singapura (21.45 WIB), melihat lampu berayun dari kiri ke kanan, dan merasakan sensasi pening.

Di kompleks perumahan rakyat dan pusat bisnis di atas tanah reklamasi pantai itu, seorang warga lain, Yeo (22) seperti diberitakan Channel NewsAsia mengatakan, getaran gempa lebih ringan daripada sebelumnya, tetapi lebih lama, sampai semenit atau lebih.

Kedua orang itu mengatakan bukan pertama kali merasakan getaran gempa yang melanda Indonesia.

Seperti diberitakan, gempa perama dari Mentawai ini berkekuatan 7,2 skala Richter (SR) pada pukul 21.42 WIB, terjadi di 3,61 lintang selatan dan 99.93 bujur timur.

Pusat gempa pada 78 kilometer (km) barat Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai Sumatra Barat, dengan kedalaman 10 km.

Selang beberapa waktu kemudian sekitar pukul 22.00 WIB, gempa susulan dengan kekuatan 5,5 SR pada 3,55 lintang selatan, 99,70 bujur timur, ke dalaman 22 km, berpusat 89 km barat daya Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai.

Gempa ketiga mengguncang Kabupaten Mentawai terjadi sekitar pukul 22.31 WIB, dengan kekuatan 5,0 SR.

Pusat gempa pada 3,32 Lintang Selatan, 99,96 bujur timur dengan kedalaman 34 km, atau 51 km barat daya Kecamatan Pagai Selatan, Kebupaten Mentawai.

Getaran gempa Mentawai, cukup keras dirasakan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, dan pada pukul 21.42 WIB juga dirasakan ratusan warga di Kecamatan Padang Harapan, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Peralatan kerja seperti personal komputer di kantor berita ANTARA Biro Bengkulu nyaris terjatuh dari meja, lampu gantung bergoyang keras.

Akibat gempa tersebut, terjadi gangguan pelayanan internet di wilayah ibu kota Bengkulu namun aliran listrik masih menyala dan tidak padam hingga getaran gempa selesai.

USGS Revisi Gempa Mentawai jadi 7,7 SR

">klik untuk melihat foto
Lokasi gempa Mentawai.
(USGS)
Padangnews.com-Seismolog Pusat Survei Geologi Nasional Amerika Serikat (USGS) merevisi kekuatan gempa yang dilansir sebelumnya dari 7,5 SR menjadi 7,7 SR. Gempa, terjadi pukul 21:42:22, kedalaman 20,6 km, berjarak 240 km dari Bengkulu dan 280 km dari Kota Padang.

Sebelumnya, USGS menyebutkan gempa 7,5 SR berada di Pagaiselatan, Mentawai atau 245 km dari Bengkulu dan 281 km dari Kota Padang.

BMKG melansir gempa 7,2 SR mengguncang Mentawai sekitar pukul 21:42:20 WIB, Senin (25/10/2010). Gempa berlokasi di koordinat 3.61 LS-99.93 BT atau 78 km BaratDaya Pagaiselatan, Mentawai. Pada kedalaman 10 km.

BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami, tapi pusat pengamatan tsunami di Alaska atau Tsunami Warning Center (TWC) telah mencabut peringatan tersebut, beberapa saat lalu.

Gempa terasa cukup kuat di Kota Padang. Gempa datang bersamaan dengan terjadinya hujan yang cukup lebat. Dari pantauan Padang-Today.Com, warga di Siteba Komplek Wisma Indah IV, berhamburan keluar rumah. Sedangkan di kawasan Aur Duri, warga tetap tenang dan berjaga-jaga di luar rumah.(*)

Isu Tsunami, Warga Padang Berlarian ke Kampus Unand



">klik untuk melihat foto
Pusat gempa di Mentawai.
(USGS)
Padangnews.com-Gempa berkekuatan 7,2 SR yang terjadi beberapa waktu lalu (Senin, 25/10/2010) membuat warga Padang panik. Sebelumnya BMKG juga menyatakan gempa berpotensi tsunami. Namun beberapa saat kemudian peringatan itu telah dicabut.

Kepanikan warga Padang itu terlihat dari banyaknya warga yang mengungsi ke tempat yang tinggi, seperti ke kampus Unand Limau Manih.

"Di Kampus Unand warga ramai sekali yang mengungsi. Satu motor dinaiki 4 orang, bahkan banyak angkutan umum yang disesaki warga menuju kampus," ungkap Fahmi salah seorang mahasiswa Unand yang tinggal di Pasarbaru, Pauh ke Padang-Today.Com beberapa saat lalu. (*)

Gempa Susulan Masih Terus Melanda Mentawai, Sumbar




Berdasarkan informasi dari BMKG, pukul 03.22 WIB, Selasa (26/10/2010), gempa berkekuatan 5,1 SR kembali terjadi di Mentawai. Lokasinya terletak di 118 Km sebelah barat daya Mentawai.

Beberapa waktu sebelumnya, sekitar pukul 02.57, gempa juga kembali menerjang kawasan ini dengan kekuatan 5,0 SR. Dengan pusat gempa di kedalaman 22 Km dan lokasinya di 18 Km sebelah barat daya Mentawai.

Gempa susulan terbesar terjadi pukul 02.37 WIB berkekuatan 6,2 SR. Dengan pusat gempa di kedalaman 30 Km dan lokasinya di 30 Km sebelah barat daya Mentawai.
(mok/mok)

Belum Ada Laporan Kerusakan Akibat Gempa 7,2 SR Sumbar

Jakarta - Gempa hebat sebesar 7,2 SR melanda kawasan Mentawai, Sumatera Barat. Pemerintah hingga kini belum menerima adanya laporan maupun korban jiwa.

"Saya tadi baru ngecek, belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa," kata staf khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief kepada detikcom, Senin (25/10/2010).

Gempa dahsyat ini terjadi sekitar pukul 21.40 WIB. Lokasinya berada di 78 Km Baratdaya Mentawai, Sumatera Barat. BMKG memperingati jika gempa ini bisa menimbulkan gelombang tsunami.

Menurut Andi, saat ini tim masih meneliti apakah gempa ini merupakan runtutan dari gempa hebat sebesar 8,8 SR.

"Kita belum tahu apakah ini 'tabungan' yang harus sudah keluar, kita belum tahu. Tim masih bekerja untuk menganalisa. Semoga saja nggak jadi tsunaminya," ujar Andi.

Gempa Susulan 5,5 dan 5 SR Masih Terjadi di Mentawai

Padangnews.com-Rentetan guncangan susulan yang dipicu gempa 7,2 SR terus terjadi di Mentawai. Hingga pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 2 kali gempa susulan.

"Gempa 5,5 dan gempa 5,0 SR," demikian rilis BMKG dalam websitenya, Senin (25/10/2010).

Pusat gempa masih berada di daerah mentawai. Gempa 5,5 SR terjadi pukul 22.21 WIB, sedangkan gempa 5 SR terasa pukul 22.31 WIB.

Gempa utama 7,2 SR terjadi pukul 21.40 WIB dengan pusat gempa 78 Km Baratdaya Mentawai, Sumatera Barat. Peringatan tsunami sempat dirilis, namun akhir dicabut sejam kemudian.

Belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa ini. Kepanikan sempat menimbulkan kepanikan di Kota Padang, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan nyawanya masing-masing.

Selasa, 19 Oktober 2010

Polisi Kehilangan Jejak Perampok ATM UBH

klik untuk melihat foto
Kapolda Sumbar Brigjen
Andayono
Padangnews.com.Koran Padang Ekspres melaporkan bahwa Polisi SUMBAR kehilangan jekas para perampok ATM. berikut laporannya.
Polda Sumbar kehilangan jejak dua orang kawanan rampok Iwan Gong Gong dan Rahmad, yang kabur ke Gunung Singgalang. Walaupun demikian, Polda Sumbar mendapatkan informasi dari hasil penyidikan, bahwa dua tersangka itu telah beraksi di Negara Malaysia dan Thailand.

Kapolda Sumbar Brigjen Andayono di sela-sela silaturahmi dengan pihak perbankan, di Museum BI Jalan Nipah, Senin (18/10/2010) mengatakan, dua tersangka itu sebelumnya diketahui telah beraksi di Negara Singapura dan Vietnam. Namun dalam penyidikan yang masih terus berlanjut, polisi kembali mendapatkan keterangan, dua orang tersangka yang kabur itu telah pernah beraksi di Vietnam dan Malaysia.

"Keterkaitan kawanan rampok itu dengan jaringan teroris itu tidak benar. Kawanan itu adalah kelompok spesialis pembobol mesin ATM atau toko," ujar Andayono.

Lebih lanjut terang Andayono, keberadaan dua orang tersangka itu memang belum diketahui. Kemungkinan, dua orang tersangka itu telah tewas di Gunung Singgalang, tapi hal itu juga belum bisa kami buktikan, untuk itu beberapa anggota masih berada di Gunung Singgalang ujar Kapolda Sumbar Brigjen Andayono.

Saat ditanyakan apakah dua orang tersangka itu telah keluar dari Gunung Singgalang, dijawab Andayono," Dari Gunung Singgalang terdapat ratusan jalan keluar. Walaupun belum ada kejelasan, tapi aparat polisi telah berusaha semaksimal mungkin, untuk menangkap dua orang pelaku itu."

Ditambahkan Andayono, Polda Sumbar telah menyerahkan beberapa barang bukti kepada Mabes Polri. Barang bukti yang diserahkan, empat unit Hp, yang ditemukan dalam barang-barang milik tersangka. Untuk melakukan pelacakan terhadap Hp itu, dilakukan langsung oleh Mabes Polri. "Jadi apa hasilnya kami belum tahu sampai siang kemarin," katanya.

Saat ditanyakan bahwa dua orang kawanan rampok itu adalah oknum anggota Polri dan oknum TNI yang dipecat, hal itu dibantah Andayono. Menurutnya, semua anggota kawanan rampok itu murni orang sipil dan tidak ada satu orangpun yang mantan anggota Polri dan TNI yang dipecat.

Seperti yang telah diberitakan, anggota polisi telah ditarik dari Gunung Singgalang sebahagian. Namun kemana arah, pencarian lebih lanjut, tidak pernah disebutkan, sedangkan keberadaan dua orang tersangka itu, sampai siang kemarin masih belum bisa dijelaskan polisi. (PTD)

Minggu, 17 Oktober 2010

Belasan Muda-mudi Ditangkap

Padangnews.com-Belasan muda-mudi bukan suami-istri, tertangkap basah bermesraan di hotel saat Satpol PP Padang melakukan operasi pencegahan penyakit masyarakat (pekat), Kamis (14/10) malam.
Operasi pekat dilakukan terkait banyaknya laporan masyarakat tentang praktik mesum pada beberapa penginapan di Padang ke Satuan Polisi Pamong Praja.
Belasan pasangan mesum yang diamankan, hampir keseluruhannya berstatus mahasiswa. Mereka ditangkap saat berduaan di kamar hotel dan ada yang dalam keadaan setengah telanjang.
Operasi pekat yang dimulai pukul 23.00 WIB itu, khusus merazia tempat penginapan, baik hotel maupun wisma. Tempat penginapan yang dirazia, Hotel “I” di Ulak Karang, “S” di Simpang GIA, Tabing dan Wisma “P”, di Jalan Kis Mangunsarkoro.
Selain mengamankan belasan pasangan mesum ilegal ini, Satpol PP juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti kondom habis pakai dan baru di salah satu kamar.
Di hotel “I”, petugas menemukan satu celana dalam warna pink yang terjemur di AC kamar. Diduga pemiliknya salah satu penghuni kamar yang mencoba mengeringkannya.

Tebang pilih
Meskipun razia yang dilakukan berhasil menjaring belasan pasangan mesum, operasi ini terkesan tebang pilih terhadap hasil tangkapan.
Kesan tebang pilih, saat petugas seperti membiarkan oknum aparat bersama pasangan yang bukan suami istri pergi tanpa perlu diproses, seperti pasangan lainnya di Markas Pol PP Padang.
Pasangan ini tertangkap basah saat berduaan di kamar 207, tapi petugas tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengamankannya.
Plh. Kepala Kantor Sat POl PP Padang, Fuji Astomi yang ditemui Singgalang seusai razia mengatakan, pihakya tidak ada tebang pilih.
Mengenai temuan adanya oknum aparat yang seperti dilepaskan, Fuji Astomi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi yang bersangkutan untuk proses selanjutnya.
“Kita tidak melakukan tebang pilih, oknum tersebut kita serahkan kepada instansinya, karena kita melakukan operasi gabungan,” ujar Fuji Astomi.

Razia bocor
Razia di Hotel “S” dan Wisma “P” disinyalir terjadi kebocoran informasi sebelum razia berlangsung. Buktinya, di dua penginapan itu, petugas tidak menemukan pasangan yang akan diamankan.
Padahal, di dalam daftar tamu resepsionis, kamar yang digeledah itu ada yang menempati. Besar dugaan, penghuninya sudah kabur duluan sebelum petugas datang.
Kejadian bocornya informasi mengenai razia ini, juga terjadi saat Satpol PP razia warkel di warung kelambu beberapa jam sebelumnya.
Petugas tidak menemukan warung kelambu yang beroperasi, hanya pasangan sedang memadu kasih di tepi laut yang berhasil di amankan.
Dengan menggunakan bus milik Satpol PP Padang, belasan pasangan mesum ini dibawa ke Markas Pol PP untuk dimintai keterangan dan dikenakan tindak pidana ringan.

Walikota geram
Terkait adanya petugas yang membocorkan informasi mengenai razia, Walikota Padang, Fauzi Bahar geram dan berjanji akan menindak anggotanya yang ketahuan membocorkan informasi itu.
“Saya akan cari dan proses, kita akan sita HP petugas saat akan melaksanakan operasi, agar tidak ada lagi informasi yang bocor,” ujar Fauzi Bahar.
Tentang adanya tebang pilih dalam proses razia, Fauzi berjanji akan memanggil Kakan Pol PP dan menanyakan kejadian sebenarnya.
Fauzi mengatakan, operasi ini dilakukan terkait banyaknya laporan masyarakat melalui HP, sehingga dia memerintahkan dilakukan operasi itu.
“Razia memang sengaja dilakukan, sebab banyak laporan warga kepada saya, banyak hotel yang dijadikan sebagai tempat mesum yang bukan pasangan suami-istri,” kata Fauzi. (ags/singgalang)

Jumat, 15 Oktober 2010

141 Ribu Rumah Segera Dibantu

Padangnews.com-Pada penghujung 2010 ini sebanyak 141.000 rumah ketegori rusak berat dan sedang harus sudah mendapat bantuan rehab rekon. Sebelumnya sudah selesai 7.634 unit. Pada 2011, sebanyak 33.361 unit mendapat bantuan serupa.
Bantuan rehab rekon pascagempa untuk rumah rusak berat Rp15 juta dan rusak sedang Rp10 juta. Pengelolaan dan penyaluran dana ini dilakukan pemerintah lewat kelompok masyarakat (pokmas).
Pada 2010, penyaluran dana dibagi atas tiga tahap. Tahap I untuk 7.634 unit rumah. Tahap IIa 22 ribu dan IIb 120 ribu unit. Rumah tersebut tersebar di berbagai kabupaten kota, terbanyak di Padang Pariaman.
Kepala Dinas Prasjal dan Tarkim Sumbar Dody Ruswandi dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Rehab dan Rekonstruksi I, Fachruddin kepada Singgalang, Kamis (14/10) menyatakan kerusakan rumah memang terbanyak terdapat di Padang Pariaman, yaitu 74.222 unit. Rinciannya berat 57.931 unit dan rusak sedang 16.291 unit. Di posisi kedua Kota Padang dengan 69.413 unit, dengan rincian 33.597 unit rusak berat dan 35.816 rusak sedang.
Berikut, Kabupaten Agam dengan 5.593 unit rumah. Rinciannya 11.796 rusak berat dan 3.797 rusak sedang. Beberapa lokasi di tepian Maninjau harus dikosongkan karena ancaman tanah longsor dan galodo. Kerusakan terparah keempat mendera Kota Pariaman dengan 10.800 unit rumah, rinciannya 6.685 unit rusak berat dan 4.115 rumah rusak sedang. Selanjutnya Pasaman Barat dengan 6.286 unit rumah, rinciannya 3.240 unit rusak berat, 3.046 rusak sedang. Disusul kemudian kerusakan rumah di Pesisir Selatan dengan 4.752 unit. Rinciannya, 1.156 rusak berat, 3.596 rusak sedang.
Selanjutntya, Kabupaten Solok 388 unit, rinciannya, 145 rusak berat, 243 rusak ringan. Kabupaten Pasaman 210 unit, terdiri dari 197 rusak berat dan 13 rusak ringan. Padang Panjang 181 unit, terdiri dari 17 rusak berat dan 164 rusak ringan. Tanah Datar, 143 unit, terbagi atas rusak berat 28 dan rusak ringan 115 unit. Kota Solok 4 unit, dengan dua rusak berat dan sebanyak itu pula rusak ringan. Terakhir Mentawai, tiga unit rusak berat.
Berdasarkan data dari Bupati Padang Pariaman (waktu itu) Muslim Kasim, jumlah korban jiwa meninggal dunia tercatat 456 orang, dan 192 orang hilang tertimbun tanah longsor. Selain rusak berat dan sedang, di sini terdapat 15.148 unit rumah rusa

Tahap II
Menurut Fachruddin, untuk bantuan tahap II dananya masih dalam proses pencairan. Karena untuk pencairan tersebut membutuhkan pertanggungjawaban administrasi yang jelas. Untuk validasi data rumah yang pantas mendapatkan bantuan ditentukan oleh fasilitator sesuai dengan petunjuk teknis dan arahan dari PJOK.
Ia berharap fasilitator di lapangan bekerja dengan cepat dan akurat. Tidak ada hak masyarakat yang akan hilang.
Sementara itu, pengamat rehab rekon, Abdullah Khusairi kepada Singgalang, tadi malam menyatakan, rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) yang dicanangkan pemerintah bukan sekadar memperbaiki rumah korban gempa.
Lebih dari itu, rehab rekon adalah kegiatan padat karya dan massal. Banyak yang terlibat untuk ikut serta. Mulai dari pemerintah, Non Government Organization (NGO), hingga masyarakat lokal, baik yang menjadi korban maupun yang masih selamat.
“Gerakan ini tentu saja memiliki dampak positif perekenomian masyarakat,” kata dia.
Menurut dia, hidup nyaman di daerah rawan (living harmony disaster) menjadi keharusan dari amanat undang-undang. Bahwa, pemerintah juga harus membangun manajemen kebencanaan, baik ketika terjadi, sebelum terjadi dan juga sesudah terjadi. Dengan demikian, kehidupan yang nyaman akan terjadi apa bila, pengetahuan masyarakat terhadap bencana benar-benar matang. (*)